Satusuara.id, YOGYAKARTA — Sebanyak 619 taruna dan taruni Politeknik Agraria STPN secara resmi dikembalikan ke kampus setelah menyelesaikan tugas Kuliah Kerja Nyata Pertanahan–Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP‑PTLP) Tematik Tahun 2026. Penutupan kegiatan berlangsung Senin (13/7) di Pendopo Widya Sasana Bhumi, D.I. Yogyakarta.
Kegiatan selama empat bulan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah Kementerian ATR/BPN, Andi Tenri Abeng. Ia berharap pengalaman di lapangan menjadi acuan terbaik bagi para lulusan sebelum terjun ke dunia kerja.
“Semoga ini menjadi contoh nyata dan menambah bekal saat berkarier di bidang pertanahan, bahkan bisa menjadi bagian dari jajaran Kementerian ATR/BPN,” ujar Andi.
Dalam penugasan pertama dengan pola tematik ini, para taruna bekerja di tiga wilayah utama:
– D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah untuk mempercepat penyediaan data geospasial
– Kabupaten Aceh Tamiang, Sumatera Utara, untuk pemulihan pascabencana banjir dan longsor
Hasil kerja nyata yang dicapai:
– Pemetaan 133.565 bidang tanah di D.I. Yogyakarta
– Pemetaan 90.470 bidang tanah di Jawa Tengah
– Pemulihan 1.652 kotak arsip atau setara 330,4 meter dokumen pertanahan di Aceh Tamiang
Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, menyebut capaian ini turut melengkapi basis data pertanahan nasional sekaligus mengasah kemampuan peserta.
“Selain hasil kerja, mereka juga belajar bekerja sama, memecahkan masalah, serta menanamkan sikap jujur dan tanggung jawab dalam pelayanan,” jelasnya.
Acara ditandai penyerahan kembali peserta secara simbolis. Turut hadir Kepala Kanwil BPN D.I. Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara, serta perwakilan dari Aceh secara jarak jauh.








