Satusuara.id, SURABAYA — Perum LPPNPI atau AirNav Indonesia bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyelenggarakan kegiatan Kesadaran dan Latihan Keamanan Siber Tahun 2026 di Surabaya. Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) turut mendukung acara tersebut.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat budaya keamanan siber serta meningkatkan kesiapan tenaga kerja sektor navigasi penerbangan menghadapi berbagai ancaman dunia maya.
Pegawai AirNav Indonesia mengikuti kegiatan ini secara langsung dari Kantor Cabang Surabaya dan secara jarak jauh dari sejumlah kantor cabang lain. Para peserta mempelajari perkembangan ancaman siber, cara meningkatkan kesadaran keamanan, penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi, serta berlatih langsung mengenali dan menanggapi serangan siber.
Penyelenggaraan ini melaksanakan rekomendasi Kemenko Polkam terkait penguatan keamanan siber di lingkungan penerbangan sekaligus melanjutkan upaya serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Bandara Internasional Soekarno‑Hatta.
Marsma TNI Budi Eko Pratomo selaku Asisten Deputi di lingkungan Kemenko Polkam hadir mewakili lembaga tersebut. Ia menegaskan bahwa keamanan siber menjamin keselamatan dan kelangsungan layanan penerbangan nasional.
“Kita menjadikan penguatan kemampuan sumber daya manusia sebagai investasi paling penting, karena manusia membentuk benteng pertahanan pertama,” ujar Budi Eko Pratomo.
“Kegiatan ini membuktikan kita melaksanakan rekomendasi untuk memperkuat keamanan sektor penerbangan. Kita hanya mampu mengatasi ancaman siber jika pemerintah, penyedia layanan, dan seluruh pemangku kepentingan bekerja sama erat,” tambahnya.
Kemenko Polkam akan terus mendorong para pihak untuk mempererat kerja sama, meningkatkan kualitas tenaga kerja, menyempurnakan sistem keamanan, serta mengadakan latihan keamanan siber secara teratur. Langkah ini akan semakin memperkokoh perlindungan fasilitas penting penerbangan demi menjamin keselamatan terbang dan memperkuat ketahanan siber nasional.








